Bintek KTSP SMA Tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat di SMA Negeri 1 Tumijajar


Dalam rangka pelaksanaan KTSP di SMA, salah satu program Direktorat Pembinaan SMA pada tahun anggaran 2011 adalah melaksanakan kegiatan bimbingan teknis Standar Nasional Pendidikan/Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bintek SNP/KTSP) di tingkat kabupaten/kota. Pelaksanaan kegiatan tersebut diselenggarakan melalui koordinasi dan kerjasama antara Direktorat Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan sekolah, baik di bidang sumberdaya manusia, pendanaan maupun pengelolaannya.

Kegiatan bintek SNP/KTSP pada tahun 2011 di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, secara teknis penyelenggaraannya diserahkan kepada SMA Negeri 1 Tumijajar, yang diikuti oleh sebanyak 45 orang dari 8 SMA Negeri dan 1 SMA Swasta di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

A. Pengorganisasian
Kegiatan bintek SNP/KTSP SMA tahun 2011 di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Provinsi Lampung dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan SMA dan SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Barat.

B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan bintek SNP/KTSP SMA tahun 2011 di Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Tumijajar, dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada hari Kamis s.d. Sabtu, Tanggal 22 s.d. 24 September 2011, bertempat di :
SMA Negeri 1 Tumijajar, Jl. Jend. Sudirman No. 29 Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Telp. (0724) 351346.

C. Peserta
Peserta bintek SNP/KTSP di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Tumijajar, adalah sebanyak 45 orang yang terdiri dari berbagai unsur sbb:

No. Unsur Peserta Jumlah Peserta Jumlah Sekolah Asal Peserta
A Dari Kab/Kota setempat
1 Kapala Sekolah 9 Org 9 Sek
2 Guru 36 Org 9 Sek
Jumlah Peserta A 45 Org 9 Sek
B Dari Kab/Kota Lain
1 Kapala Sekolah – Org – Sek
2 Guru – Org – Sek
Jumlah B – Org – Sek
Jumlah Peserta & Sek A dan B 45 Org 9 Sek

D.Struktur Program

• Kegiatan bintek SNP/KTSP tingkat Kab/Kota dilaksanakan selama 3(tiga) hari, (mulai Pukul 08.00 – 17.30 waktu setempat, sudah termasuk istirahat) atau setara dengan 30 Jam @ 45 menit.
• Bintek SNP/KTSP diselenggarakan melalui berbagai strategi/metoda yang bervariasi, dengan pembagian waktu sebagai berikut:
• Bintek SNP/KTSP diselenggarakan melalui berbagai strategi/metoda yang bervariasi, dengan pembagian waktu sebagai berikut:
1. Presentasi, Diskusi interaktif dan Simulasi,sebanyak : 22 Jam (73.3%)
2. Praktik presentasi, sebanyak : 4 Jam (13.3%)
3. Pembukaan, orientasi program dan penutupan, sebanyak : 2 Jam (6.7%)
4. Pre tes dan Post tes, sebanyak : 2 Jam (6.7%)

RANGKUMAN HASIL DISKUSI

1.Kebijakan Teknis Dinas Kab/Kota dalam rangka Pelaksanaan SNP/KTSP di SMA
Materi ini disajikan oleh Munyanti, S.Pd, MM.Pd (Kabid Dikmen Kab. Tulang Bawang Barat). Inti dari sambutan dari Dinas Kabupaten adalah apresiasi dari Dinas Kabupaten atas kegiatan bimtek dan mengharap dan menghimbau para peserta dapat mengikuti kegiatan bimtek dengan sebaik-baiknya agar dapat mendiseminasikan hasil bimtek kepada pihak yang membutuhkan.

2.Program Direktorat PSMA dalam rangka implementasi SNP/KTSP Tahun 2011
Materi ini disajikan oleh Budi Prasetya, ST. (Fasilitator Pusat), dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Peserta telah memahami program dan strategi implementasi SNP/KTSP Tahun 2011 hingga dilaksanakannya kegiatan bimtek di 90 titik yang salah satu titik diselenggarakan di SMA Negeri 1 Tumijajar.
Peserta mempermasalahkan padatnya materi dengan singkatnya waktu, sehingga dikhawatirkan materi tidak tersampaikan dengan baik.

3.Pelaksanaan/Pemanfaatan Hasil Analisis Konteks dalam Pembelajaran dan Penilaian
Materi ini disajikan oleh Dra. Anna Trihaswari, M.Pd (Fasilitator Propinsi) pada kelompok B yang terdiri dari guru matapelajaran, dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Setelah pemaparan materi peserta diberikan tugas untuk memilih KD sesuai dengan matapelajaran yang diampu untuk kemudian di analisis, dipetakan, disusun indikator pencapaian. Kemudian kesemuannya dituangkan ke dalam Silabus dan diturunkan menjadi RPP.
Terjadi diskusi tentang cara mengukur kemampuan siswa pada kegiatan TT dan KMTT, cara menyusun kegiatan pembelajaran. Dan didapat kesimpulan bahwa semua pertanyaan tersebut telah terjawab di juknis-juknis terkait yang telah dibuat oleh Direktorat Pembinaan SMA.

4.Pelaksanaan/Pemanfaatan Hasil Analisis Konteks dalam Penyusunan RKJM dan RKAS
Materi ini disajikan oleh Drs. Sutikno IK, M.Pd (Fasilitator Propinsi) pada kelompok A yang terdiri dari unsur kepala sekolah, wakakur, tim pengembang kurikulum, dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Bahwa penyusunan RKJM dan RKAS harus dimulai dari identifikasi rencana tindaklanjut dari hasil analisis konteks. Kemudian menentukan rencana kerja berdasarkan hasil identifikasi rencanan tindaklanjut setiap standar atau komponen.
Referensi dalam menyusun visi, misi dan tujuan dapat mengacu pada: Tujuan Pendidikan Nasional, Hasil analisis konteks, Visi/Moto Dinas Pendidikan Kab/Kota, Visi/Moto daerah, Karakter satuan pendidikan

5.Pengembangan Bahan Ajar dan Bahan Uji
Materi ini tidak disajikan oleh penyaji dikarenakan dari hasil pre-test menunjukkan peserta lebih membutuhkan materi : Analisis Konteks, Konsep dan Pengintegrasian Budaya Lingkungan (3P), Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMA. Namun panitia telah membagikan handout dan CD untuk yang berisi materi ini, sehingga peserta dapat mempelajari diluar kegiatan workshop.

6.Konsep dan Pengintegrasian Budaya Lingkungan (3P)
Materi ini disajikan oleh Drs. Sofyan Hidayat, M.Pd (Fasilitator Pusat), dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Materi yang disampaikan terkait dengan analisis konteks yang berkenaan dengan 3P yaitu: Penampilan, Pelayanan, Prestasi, Penampilan warga Sekolah. Dimana dalam implementasinya sekolah dapat menyusun peraturan yang berkaitan dengan kedisiplinan, memprogramkan pelatihan dalam hal: cara berpenampilan rapi dan menarik, capacity building, motivasi dalam meningkatkan percaya diri, enterpreneuship.

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN

Materi ini disajikan oleh Dra. Anna Trihaswari, M.Pd dan Drs. Sutikno IK, M.Pd di kelas masing-masing, dengan hasil diskusi sebagai berikut:

1.Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal di SMA
Materi ini disajikan oleh Drs. Sofyan Hidayat, M.Pd (Fasilitator Pusat), dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Materi yang disampaikan berkaitan dengan Kebijakan PBKL, Konsep, Manajemen Program
PBKL adalah usaha sadar yang terencana melalui penggalian dan pemanfaatan potensi daerah setempat secara arif dalam upaya mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memikili keahlian.
Tujuan PBKL adalah untuk mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, memiliki bekal pengetahuan, memiliki sikap dan prilaku, berprestasi
Dari paparan yang disampaikan tidak ada pertanyaan yang diajukan sehingga penyaji berharap peserta dapat memahami tentang konsep dasar PBKL dan dapat mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

2.Penyusunan Rencana Aksi Pendidikan Karakter di SMA
Materi ini disajikan oleh Drs. Sutikno IK, M.Pd (Fasilitator Propinsi) pada kelompok A yang terdiri dari unsur kepala sekolah, wakakur, tim pengembang kurikulum, dengan hasil diskusi sebagai berikut:
Pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan karakter dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan.
Rencana aksi sekolah dikembangkan melalui penelaahan terhadap Rencana Kerja Sekolah yang telah disusun secara komprehensif sebelumnya. Pada rencana aksi sekolah unsur-unsur yang berkaitan dengan pendidikan karakter diprogramkan dan diintegrasikan secara khusus.
Tidak ada pertanyaan yang diajukan oleh peserta, pada intinya peserta cukup memahami langkah-langkah dalam menyusun rencana aksi Pendidikan Karakter.

KESIMPULAN
1.Dari 45 peserta yang diundang seluruhnya memenuhi undangan bimtek dengan membawa kelengkapan sesuai ketentuan pada surat undangan. Yaitu: Biodata, Surat Kesanggupan, dan bahkan hampir seluruhnya membawa laptop.
2.Kesimpulan dari hasil diskusi selama kegiatan berlangsung adalah para pendidik masih belum semuanya mengimplementasikan análisis konteks kedalam pembelajaran maupun penilaian sehingga hasil pembelajaran belum memenuhi tujuan matapelajaran.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s